Rubens 'Three Wise Men' dapat dilihat bersama setelah 130 tahun

Rubens 'Three Wise Men' dapat dilihat bersama setelah 130 tahun

Tak ayal, sejarah selalu terkait erat dengan seni, di mana arus yang berbeda sangat hadir di setiap tahapan sejarah yang kita ketahui dan dokumentasikan. Lukisan telah menjadi salah satu ekspresi tertua yang diketahuiLukisan telah dikenal dari gua-gua prasejarah hingga saat ini, yang membuatnya bahkan digunakan sebagai semacam bentuk komunikasi.

Seiring waktu, lukisan-lukisan mentah dari gua prasejarah tersebut berevolusi menjadi karya seni otentik seperti Tiga orang bijak, salah satu karya terpenting pelukis barok Peter paul rubens, dianggap sebagai salah satu pelukis terbaik sepanjang masa.

Karya ini akan dipamerkan setelah 130 tahun di National Gallery of Art di kota Washington D.C, Amerika dalam pameran bertajuk: Peter Paul Rubens: Tiga Orang Majus Reunited, yang diharapkan dapat dihadiri oleh ribuan orang mengingat pentingnya pelukis dan sebuah karya yang sudah lama tidak terlihat, jadi ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk menikmati cara melukis yang luar biasa. dari master Rubens.

Pameran ini dimulai pada 22 Maret lalu akan berlangsung hingga 5 Juli tahun ini. Hal itu dimungkinkan berkat sebuah proyek yang diluncurkan oleh Ponce Art Museum dengan Plantin-Moretu Museum di Antwerp (Belgia) dan juga National Gallery of Art di Washington D.C.

Untuk pameran yang lebih dari menarik ini, Museo de Arte de Ponce ingin mendapatkan tiga potret orang Majus, tetapi untuk alasan hukum, potret raja di Galeri Seni Nasional tidak dapat dirakit. Namun akhirnya tidak ada masalah karena karya King Gaspar dikirim dari Belgia untuk bertemu dengan Melchor di kota Amerika Utara.

Harus diingat bahwa karya-karya ini adalah milik sahabat Peter Paul Rubens, Balthasar Moretus, yang dalam hidup berjuang dengan sekuat tenaga dengan kelumpuhan di sisi kanan tubuhnya. Karya-karya tersebut ditugaskan ke Rubens setelah mengirimkan beberapa sketsa raja untuk mengubahnya menjadi representasi yang sangat bagus.

Tanpa diragukan lagi, pameran ini akan menjadi kesempatan yang fantastis untuk menikmati seni Rubens yang luar biasa dengan sampel yang belum pernah terlihat di benua Amerika, yang membuatnya semakin istimewa.

Setelah mempelajari Sejarah di Universitas dan setelah banyak tes sebelumnya, lahirlah Red Historia, sebuah proyek yang muncul sebagai sarana penyebaran di mana Anda dapat menemukan berita terpenting tentang arkeologi, sejarah dan humaniora, serta artikel yang menarik, keingintahuan, dan banyak lagi. Singkatnya, titik pertemuan untuk semua orang di mana mereka dapat berbagi informasi dan terus belajar.


Video: The Nativity